Bab 6 PEMASARAN

  1. 1.             Pengertian pasar dan pemasaran
  • Pasar

Sebuah pasar dapat terjadi jika terdapat syarat-syarat berikut:

  1. Adanya penjual dan pembeli
  2. Adanya barang dan jasa yang diperjualbelikan
  3. Adanya interaksi antara penjaual dan pembeli (transaksi jual-beli)
  4. Adanya media/tempat untuk interaksi

Secara umum pasar mempunyai arti sebagai tempat bertemunya penjual yang mempunyai kemampuan untuk menjual barang/jasa dan pembeli yang melakukan uang untuk membli barang dengan harga tertentu.

Secara konkret  pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dengan pembeli. Lebih jelasnya adalah tempat/ daerah/ wilayah/ area yang didalamnya terdapat permintaan dan penawaran yang saling bertemu untuk membentuk harga.

Secara pengertian ekonomi pasar dapat juga diartikan sbagai seperangkat pembeli yang aktual dan potensial (yang mempunyai kemampuan daya beli) dari suatu produk atau jasa.

Menurut W.Y.Stanton pengertian pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi pengertian pasar Stanton, yakni:

1)   Keinginan manusia

2)   Daya beli konsumen

3)   Tingkah laku dalam pembelaan

 

  • Pemasaran

Pemasaran memiliki arti yang berbeda-beda menurut para ahli :

–   Menurut Kotler, pemasaran adalah kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginanan melalui proses pertukaran. Jadi pasar memiliki arti suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan (inginkan) melalui penciptaan dan pertukaran timbal balik.

–   Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain

–   Menurut American Marketing Asociation, pemasaran merupakan pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

–   Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun pembeli potensial.

–   Menurut Philip dan Ducan bahwa pemasaran meliputi semua langkah-langkah yang digunakan/ diperlukan untuk menempatkan barang ’tangiable’ ke tangan konsumen

–   Menurut P.H. Nystom menyatakan bahwa pemasaran meliputi kegiatan penyaluran barang dan jasa dari tangan produsen  ke tangan konsumen.

Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis (profit dan non profit) arus barang dan/atau jasa dari produsen ke konsumen yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.

 

  1. 2.             Jenis-jenis pasar
  • Jenis-jenis Pasar pada dasarnya dikelompokkan menjadi 4, yaitu:

1)        Pasar Konsumen

Sekelompok pembeli yang membeli barang untuk di konsumsi, bukan untuk dijual atau diproses lebih lanjut.

2)        Pasar Industri

        Pasar yang terdiri individu dan lembaga atau organisasi yang membeli barang untuk dipakai lagi, baik langsung maupun tidak langsung, dalam memproduksi barang lain kemudian dijual.

3)        Pasar Penjual

        Individu dan organisasi yang membeli barang untuk dijual kembali atau disewakan untuk mendapatkan laba.

4)        Pasar Pemerintah

        Pasar dimana terdapat lembaga pemerintah, seperti: departemen, direktorat, kentor dinas, dan instansi lain.

  1. 2.             Konsep-konsep inti pemasaran

Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran (Kotler, 1997). Konsep pemasaran ini bersandar pada empat pilar, yaitu : pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu dan profitabilitas.

a)   Kebutuhan

Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia adalah pernyataan dari rasa kahilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena ukan hanya fisik (makanan, pakaian, perumahan dll), tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri, sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat konsumen, bila tidak puas consumen akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.

b)   Keinginan

Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik. Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menenbus keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya. Contoh : manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut terhgantung dari budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi kebutuhan makannya dengan gudeg, orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan sukayaki dll.

 

c)    Permintaan

Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling memuaskan. Sehingga muncullah istilah permintaan, yaitu keinginan menusia akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.

d)   Produk (barang, jasa, dan gagasan)

Orang memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka dengan produk. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan. Produk terdiri dari barang fisik, jasa, dan gagasan. Contoh, sebuah restoran siap saji menyediakan barang (hamburger, kentang goreng, minuman ringan), jasa yang dijual adalah jasa memasak, menyediakan tempat duduk, tempat parkir) dan gagasan yang dijual adalah ”Menghemat waktu Anda”)

e)    Nilai, Biaya, dan Kepuasan

Misalnya Anda mau berangkat ke sekolah. Ada banyak pilihan yang bisa digunakan sebagai alat transfortasi ke sekolah: sepeda, sepeda motor, angkot,  kendaraan pribadi, naik taksi, bahkan kereta api (kumpulan pilihan produk). Disamping itu, Anda juga ingin memuaskan beberapa kbutuhan tambahan dalam perjalanan ke sekolah: kecepatan, kemudahan, keamanan, dan murah. Masing-masing produk memiliki kemampuan yang berbeda dalam dalam memuaskan kumpulan kebutuhan (need set). Untuk itulah Anda harus memahami konsep nilai dan kepuasan. Nilai (value) adalah perkiraan konsumen atas seluruh kemampuan produk untuk memuaskan kebutuhan/keinginannya. Di samping, memiliki nilai, produk juga menuntut biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkannya. Menurur DeRose, nilai adalah pemenuhan tuntutan pelanggan dengan biaya perolehan, pemilikan dan penggunaan yang terendah.

f)     Pertukaran dan Transaksi

Pertukaran adalah tindakan memperoleh barang yang dikehendaki dari seseorang dengan menawarkan sesuatu ke pihak lain. Terdaplat lima kondisi yang harus terpenuhi agar pertukaran terjadi:

1)   Terdapat minimal dua pihak

2)   Masing-masing memiliki sesuatu yang mungkin berguna bagi pihak lain.

3)   Masing-masing mampu berkomunikasi dan melakukan penyerahan.

4)   Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak pertukaran

5)   Masing-masing yakin bahwa berunding dengan pihak alain adalah layak dan   bermanfaat.

Transaksi adalah perdaganagan nilai-nilai antara dua pihak atau lebih.

 

  1. 3.             Manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (actuating) dan pengawasan.

Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan/implementasi, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi/ perusahaan.

  • Falsafah Manajemen Pemasaran

Ada falsafah yang sebaiknya digunakan sebagai pedoman usaha pemasaran ini untuk mencapai pertukaran yang didambakan dengan pasar sasaran. Pemberian bobot yang harus diberikan pada organisasi, pelanggan dan masyarakat yang berkepentingan seringkali saling bertentangan. Sehingga perlu ada landasan dari aktifitas pemasaran organisasi tersebut. Dalam Kottler (1997), landasan ini dikelompokkan dalam lima konsep alternative antara lain:

  1. a.    Konsep Produksi

Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya terjangkau serta manajemen harus berusaha keras untuk memperbaiki produksi dan efesiensi distribusi. Konsep ini adalah falsafah paling tua digunakan dalam penjualan. Konsep ini masih berlaku dan bermanfaat pada dua situasi, yaitu situasi pertama, bila permintaan akan produk lebih besar dari penawannya ; situasi kedua, terjadi kalau biaya produk terlalu tinggi dan perbaikan produktifitas diperlukan untuk menurunkannya. Akan tetapi, perusahaan yang bekerja dengan falsafah ini menghadapi resiko tinggi dengan focus terlalu sempit pada operasinya sendiri. Bila perusahaan berusaha menurunkan harga, yang pasti dilupakan adalah kualitas, padahal yang di inginkan konsumen adalah harga rendah dengan barang yang menarik.

  1. b.     Konsep Produk

Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk bermutu terbaik dan sifat paling inovatif dan bahwa organisasi harus mencurahkan energi untuk terus menerus melakukan perbaikan produk.

  1. c.     Konsep Penjualan

Falsafah bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep ini biasanya dilakukan pada barang yang tidak dicari, yaitu barang yang mungkin tidak terpikirkan untuk dibeli oleh konsumen, contoh : ensiklopedia, asuransi,dll. Industri ini harus mahir dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada konsumen. Tujuannya adalah menjual yang   perusahaan buat, bukan produk apa yang dibutuhkan masyarakat konsumen.

  1. d.    Konsep Pemasaran

Falsafah manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian kepuasan didambakan itu lebih efektif dan efisien daripada pesaing.

  1.  Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial

Falsafah bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar serta menyerahkan kepuasan yang didambakan itu secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan cara yang bersifat memelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan masyarakat. Konsep ini mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etika dalam praktek pemasaran mereka. Hal ini agar dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan 3 faktor yang penting, yaitu : laba perusahaan, pemuas keinginan konsumen dan kepentingan publik.

 

 

 

 

 

 

 

  • Keadaan Permintaan dan tugas pasar

–     Keadaan Permitaan

1)   Permintaan Negatif (Negative Demand)

Keadaan dimana sebagian terbesar dari segmen pasar potensial yang penting tidak menyukai produk/jasa yang ditawarkan, bahkan mereka bersedia membayar untuk menghindarinya. Missal permintaan negative terhadap vasectomy.

2)   Tidak Ada Permintaan (No Demand)

Tidak berminat sama sekali terhadap penawaran suatu produk atau jasa. Tidak ada permintaan digolongkan menjadi 3, yaitu:

  1. Barangnya sudah dikenal tetapi dianggap idak mempunai nilai, missal barang bekas
  2. Barang sudah dikenal dan dianggap bernilai, tapi tidak mempunyai nilai untuk pasar tertentu, missal penawaran perahu di daerah pegunungan.
  3. Barangnya baru ditemukan dan mengahadapi keadaan tidak ada permintaan karena pasarnya mempengaruhi tentang adanya barang-barang tersebut, missal barang perhiasan

3)   Permintaan terpendam (latent demand)

Bilamana sebagian besar orang mempunyai kebutuhan yang kuat akan suatu yang tidak ada dalam bentuk barang/jasa yang nyata.

4)   Permintaan Menurun (falling demand)

Dimana permintaan suatu produk/jasa semakin berkurang dari tingkat sebelumnya, dan diperkirakan akan menurun terus jika tida memperbaiki pasar yang dituju / usaha-usaha pemasaran.

5)   Permintaan Tidak Teratur (irregular demand)

Keadaan dimana pola permintaan pada saat tertentu dipengaruhi oleh fluktuasi musim atau hal-hal lainya.

6)   Permintaan Penuh (full demand)

Keadaan dimana tingkat dan saat permintaan sekarang sama dengan tingkat dan saat permintaan yag diharapkan.

7)   Permintaan yang Berlebihan (overfull demand)

Suatu keadaan dimana permintaan lebih besar daripada penawarannya.

8)   Permintaan Tidak Sehat

Permintaan beberpa jenis produk yang dapat dinilai tidak baik sari segi kesejahteraan konsumen, kemakmuran masyarakat& penyedia, seperti permintaan rokok.

 

–     Tugas Pasar

  1. Pasar sebagai Sarana Distribusi

Pasar sebagai sarana distribusi, berfungsi memperlancar proses penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Dengan adanya pasar, produsen dapat berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menawarkan hasil produksinya kepada konsumen. Pasar dikatakan berfungsi baik jika kegiatan distribusi barang dan jasa dari produsen ke konsumen berjalan lancar. Sebaliknya, pasar dikatakan tidak berfungsi baik jika kegiatan distribusi seringkali macet.

  1. Pasar sebagai Pembentuk Harga

Pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. Di pasar tersebut penjual menawarkan barang-barang atau jasa kepada pembeli. Pembeli yang membutuhkan barang atau jasa akan berusaha menawar harga dari barang atau jasa tersebut, sehingga terjadilah tawar-menawar antara kedua belah pihak. Setelah terjadi kesepakatan, terbentuklah harga. Dengan demikian, pasar berfungsi sebagai pembentuk harga. Harga yang telah menjadi kesepakatan tersebut, tentunya telah diperhitungkan oleh penjual dan pembeli. Penjual dan pembeli. Penjual tentu telah memperhitungkan laba yang diinginkannya, sedangkan pembeli telah memperhitungkan manfaat barang atau jasa serta keadaan keuangannya.

  1.  Pasar sebagai Sarana Promosi

Pasar sebagai sarana promosi artinya pasar menjadi tempat memperkenalkan dan menginformasikan suatu barang/jasa tentang manfaat, keunggulan, dan kekhasannya pada konsumen. Promosi dilakukan untuk menarik minat pembeli terhadap barang atau jasa yang diperkenalkan. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain, memasang spanduk, menyebarkan brosur, pameran, dan sebagainya. Banyaknya cara promosi yang dilakukan oleh produsen, membuat konsumen lebih selektif dalam memilih barang yang akan dibeli. Biasanya produsen yang menawarkan barang dengan harga murah dan kualitasnya bagus akan menjadi pilihan konsumen.

 

  1. 2.             Bauran pemasaran

Bauran Pemasaran (Marketing Mix) adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu:produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi.

  • Pengertian Produk

Suatu sifat yang komplexs baik yang daopat diraba maupun yang tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan.

  • Pengetian Sistem/Saluran Distribusi

Saluran/sistem yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang ke konsumen atau pembeli industri.

  • Pengertian Harga

Sejumlah uang (ditambah beberapa barang jika mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.

  • Pengertian Promosi

Arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang/organisasi kepada tindakan untuk menciptakan pertukaran dalam pemasaran.

 

  1. 2.             Tujuan sistem pemasaran

Memaksimalkan mutu hidup termasuk didalamnya kualitas, kuantitas, ketersediaan, dan harga pokok barang: mutu lingkungan fisik, dan mutu lingkungan kultur.

 

  1. 3.             Pendekatan dalam mempelajari pemasaran
  • Pendeketan-pendekatan dalam mempelajari sistem pemasaran adalah:
  1. Pendekatan Serba Fungsi:

Dari apa saja kegiatan pokok pemasaran, yaitu: pembelian, pengankutan, penjualan, penyimpanan, pembelanjaan, penganggungan risiko, standarisasi dan grading, juga pengumpulan informasi pasar.

  1. 2.    Pendekatan Serba Lembaga:

Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal: produsen, suplier, perantara dagang,dll.

 

 

  1. 3.    Pendekatan Serba Barang (Organisasi Industri):

Studi tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau konsumen industri.

  1. 4.    Pendekatan Serba Manajemen:

Dilihat dari pendapatan manajer serta keputusan yang diambil.

  1. 5.    Pendekatan Serba Sistem:

Menyangkut elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produksi, dan lembaga.

 

 

Sumber :

  1. 1.    http://shinry.blogspot.com/2011/11/pemasaran-softskill-pengantar-bisnis.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: