Bab 11 AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

  1. 1.             Definisi akuntansi

Kata akuntansi berasal dari bahasa Inggris to account yang berarti memperhitungkan atau mempertangung jawabkan dan kata accountancy yang berarti hal-hal yang bersangkutan dengan sesuatu yang dikerjakan oleh akuntan ( accountant)  

Definisi akuntansi ini dimuat dalam accounting terminilogiy bulletin sebagai berikut : Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan dan fungsi yang berkepentingan dengan masalah pengadaan, pengabsahan, pencatatan, penggolongan dan penyajian secara sistematik informasi yang dapt dipercaya dan berdaya guna tentang transaksi dan peristiwa yang bersifat keuangan yang diperlukan dalam pengelolaan dan pengoperasian suatu unit usaha dan yang diperlukan sebagai dasar penyusunan laporan yang harus disampaikan untuk memenuhi pertanggung jawaban keuangan dan lainya.

Definisi akuntansi berikut ini sebagaimana dimuat di dalam statements of accounting principles board no 4 thn (1970) sebagai berikut : Akuntansi adalah merupakan kegiatan penyediaan jasa, fungsinya adalah memyediakan informasi kuntitafif tentang unit-unit usaha ekonomik, terutama yang bersifat keuangan, yang diperkirakan bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomik. Jadi dari pengertian akuntasi tersebut sebagai untuk mencapai tujuan yaitu memyediakan informasi keuangan badan usaha yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan.

Tetapi secara umum, akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah, dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

  1. 2.             Fungsi akuntansi

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer/ manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

Fungsi penunjang dari manajemen dalam pencatatan transaksi perusahaan, harta dan kewajiban, yaitu :

–   Menciptakan sistem akuntansi

–   Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan memeasukan secara singkat transaksi-transaksi perusahaan

–   Memberikan laporan/keterangan pada manajemen untuk penyusunan anggaran dan pengendalian aktiva dan pengambilan keputusan Menyiapkan metode dan standar untuk mengukur ongkos yang telah dikeluarkan

–   Melaporkan data akuntansi

–   Menafsirkan data akuntansi

 

 

 

 

 

 

3.      Pihak-pihak yang berkepentingan

Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah:

  1. a.      Pimpinan perusahaan

Untuk mengetahui perkembangan dan kondisi perusahaan.

  1. b.      Pemilik perusahaan

Untuk mengetahui perbandingan antara modal yang ditanam dengan laba yang dicapai

  1. c.       Kreditor

Untuk menilai sehat atau tidaknya kondisi keuangan.

  1. d.      Pemerintah

Untuk tujuan penetapan pajak perusahaan.

  1. e.       Karyawan

Untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan perusahaan yang berhubungan dengan kelangsungan dan kenaikan gajinya.

  1. f.        Pemasok

Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi utang atas pembelian barang atau jasa dari mereka pada saat jatuh tempo. Informasi akuntansi dapat memberikan (gambaran) tentang besarnya aset lancar yang dapat menjamin pembayaran utang utang di atas.

  1. 3.      Prinsip akuntansi

Selain penerapan asumsi-asumsi dasar dalam praktek akuntansi, terdapat juga beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Seperti orang hidup yang harus memiliki prinsip, demikian juga dengan akuntansi. Adapun prinsip-prinsip akuntansi tersebut adalah:

  1. a.    Prinsip biaya historis (historical cost principle)

Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal, dan biaya. Misalkan, pada saat kita hendak membeli sebuah laptop, kita ditawari harga Rp. 9.000.000, setelah proses tawar menawar berjalan kita membeli laptop tersebut dengan harga Rp. 8.950.000. Dari kondisi di atas yang menjadi harga perolehan laptop kita adalah Rp. 8.950.000, sehingga pada pencatatan kita yang muncul adalah angka Rp. 8.950.000.

  1. b.    Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle)

Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.

  1. c.    Prinsip mempertemukan (matching principle)

Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Prinsip ini biasanya diterapkan saat kita membuat jurnal penyesuaian. Dengan adanya prinsip ini, kita harus menghitung berapa besarnya biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan dan berapa besarnya pendapatan yang sudah benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.

 

 

 

  1. d.    Prinsip konsistensi (consistency principle)

Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Jika ada penggantian metode, maka selisih yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakuan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.

  1. e.    Prinsip pengungkapan lengkap (full disclosure principle)

Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya.

4.      Pengertian laporan keuangan

Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan :

Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.

  1. 1.             Isi laporan keuangan

Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

–   Neraca

–   Laporan laba rugi

–   Laporan perubahan ekuitas

–   Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana

–   Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

 

  1. 2.             Bentuk neraca

Neraca dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu :

–   Bentuk skontro       : menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau                                    sebelah menyebelah

–   Bentuk staffel         : menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan                                        modal dibagian bawahnya.

Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah bentuk staffel disusun secara vertikal. Harta pada bagian atas dan utang dengan modal pada bagian bawah. Sedangkan bentuk skontro , harta aktiva pada sisi kiri , utang dan modal pada sisi kanan.

 

 

 

 

  1. 3.             Laporan laba rugi

Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba atau rugi bersih.

Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari :

–     Penghasilan ( Income ), ada dua macam penghasilan yaitu :

  1. Pendapatan ( revenues ) :  penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan  

aktivitas yang biasa dan yang dikenal dengan sebutan berbeda, seperti penjualan barang dagangan, penghasilan jasa, pendapatan bunga, pendapatan deviden, royaltis, dan  sewa.

  1. Keuntungan ( Gains )    :   pos lain yang memenuhi definisi penghasilan

dan mungkin timbul atau tidak timbul dalam   pelaksanaan aktivitas perusahaan yang rutin misalnya pos yang timbul dalam pengalihan aktiva lancar, revaluasi sekuritas, kenaikan jumlah aktiva jangka panjang.

–     Beban ( expense ) , dapat terdiri dari :

  1. Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa

(yang biasanya berbentuk arus kas keluar atau berkurangnya aktiva seperti kas persediaan, aktiva tetap, yang meliputi misalnya harga pokok penjualan, gaji dan upah, penyusutan).

  1. Kerugian (yang mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi beban yang timbul atau tidak timbul dari aktivitas perusahaan yang jarang terjadi , seperti misalnya rugi karena bencana kebakaran, banji, atau pelepasan aktiva tidak lancar)

 

  1. 4.             Bentuk laporan laba rugi

Laporan laba-rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:

–     Bentuk singlestep atau langsung

Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.

–     Bentuk multiple step atau tidak langsung

Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan.

 

  1. 5.             Tujuan laporan keuangan

Tujuan umum adalah menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yang telah dilakukan manajemen (stewardship)  atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yg dipercayakan kepadanya.

 

 

 

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:

a. Aktiva

b. Kewajiban

c. Ekuitas

d. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan

e. Arus kas

Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.

Sumber :

  1. 1.             Definisi akuntansi

Kata akuntansi berasal dari bahasa Inggris to account yang berarti memperhitungkan atau mempertangung jawabkan dan kata accountancy yang berarti hal-hal yang bersangkutan dengan sesuatu yang dikerjakan oleh akuntan ( accountant)  

Definisi akuntansi ini dimuat dalam accounting terminilogiy bulletin sebagai berikut : Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan dan fungsi yang berkepentingan dengan masalah pengadaan, pengabsahan, pencatatan, penggolongan dan penyajian secara sistematik informasi yang dapt dipercaya dan berdaya guna tentang transaksi dan peristiwa yang bersifat keuangan yang diperlukan dalam pengelolaan dan pengoperasian suatu unit usaha dan yang diperlukan sebagai dasar penyusunan laporan yang harus disampaikan untuk memenuhi pertanggung jawaban keuangan dan lainya.

Definisi akuntansi berikut ini sebagaimana dimuat di dalam statements of accounting principles board no 4 thn (1970) sebagai berikut : Akuntansi adalah merupakan kegiatan penyediaan jasa, fungsinya adalah memyediakan informasi kuntitafif tentang unit-unit usaha ekonomik, terutama yang bersifat keuangan, yang diperkirakan bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomik. Jadi dari pengertian akuntasi tersebut sebagai untuk mencapai tujuan yaitu memyediakan informasi keuangan badan usaha yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan.

Tetapi secara umum, akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah, dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

  1. 2.             Fungsi akuntansi

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer/ manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

Fungsi penunjang dari manajemen dalam pencatatan transaksi perusahaan, harta dan kewajiban, yaitu :

–   Menciptakan sistem akuntansi

–   Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan memeasukan secara singkat transaksi-transaksi perusahaan

–   Memberikan laporan/keterangan pada manajemen untuk penyusunan anggaran dan pengendalian aktiva dan pengambilan keputusan Menyiapkan metode dan standar untuk mengukur ongkos yang telah dikeluarkan

–   Melaporkan data akuntansi

–   Menafsirkan data akuntansi

 

 

 

 

 

 

3.      Pihak-pihak yang berkepentingan

Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah:

  1. a.      Pimpinan perusahaan

Untuk mengetahui perkembangan dan kondisi perusahaan.

  1. b.      Pemilik perusahaan

Untuk mengetahui perbandingan antara modal yang ditanam dengan laba yang dicapai

  1. c.       Kreditor

Untuk menilai sehat atau tidaknya kondisi keuangan.

  1. d.      Pemerintah

Untuk tujuan penetapan pajak perusahaan.

  1. e.       Karyawan

Untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan perusahaan yang berhubungan dengan kelangsungan dan kenaikan gajinya.

  1. f.        Pemasok

Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi utang atas pembelian barang atau jasa dari mereka pada saat jatuh tempo. Informasi akuntansi dapat memberikan (gambaran) tentang besarnya aset lancar yang dapat menjamin pembayaran utang utang di atas.

  1. 3.      Prinsip akuntansi

Selain penerapan asumsi-asumsi dasar dalam praktek akuntansi, terdapat juga beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Seperti orang hidup yang harus memiliki prinsip, demikian juga dengan akuntansi. Adapun prinsip-prinsip akuntansi tersebut adalah:

  1. a.    Prinsip biaya historis (historical cost principle)

Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal, dan biaya. Misalkan, pada saat kita hendak membeli sebuah laptop, kita ditawari harga Rp. 9.000.000, setelah proses tawar menawar berjalan kita membeli laptop tersebut dengan harga Rp. 8.950.000. Dari kondisi di atas yang menjadi harga perolehan laptop kita adalah Rp. 8.950.000, sehingga pada pencatatan kita yang muncul adalah angka Rp. 8.950.000.

  1. b.    Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle)

Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.

  1. c.    Prinsip mempertemukan (matching principle)

Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Prinsip ini biasanya diterapkan saat kita membuat jurnal penyesuaian. Dengan adanya prinsip ini, kita harus menghitung berapa besarnya biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan dan berapa besarnya pendapatan yang sudah benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.

 

 

 

  1. d.    Prinsip konsistensi (consistency principle)

Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Jika ada penggantian metode, maka selisih yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakuan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.

  1. e.    Prinsip pengungkapan lengkap (full disclosure principle)

Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya.

4.      Pengertian laporan keuangan

Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan :

Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.

  1. 1.             Isi laporan keuangan

Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

–   Neraca

–   Laporan laba rugi

–   Laporan perubahan ekuitas

–   Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana

–   Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

 

  1. 2.             Bentuk neraca

Neraca dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu :

–   Bentuk skontro       : menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau                                    sebelah menyebelah

–   Bentuk staffel         : menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan                                        modal dibagian bawahnya.

Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah bentuk staffel disusun secara vertikal. Harta pada bagian atas dan utang dengan modal pada bagian bawah. Sedangkan bentuk skontro , harta aktiva pada sisi kiri , utang dan modal pada sisi kanan.

 

 

 

 

  1. 3.             Laporan laba rugi

Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba atau rugi bersih.

Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari :

–     Penghasilan ( Income ), ada dua macam penghasilan yaitu :

  1. Pendapatan ( revenues ) :  penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan  

aktivitas yang biasa dan yang dikenal dengan sebutan berbeda, seperti penjualan barang dagangan, penghasilan jasa, pendapatan bunga, pendapatan deviden, royaltis, dan  sewa.

  1. Keuntungan ( Gains )    :   pos lain yang memenuhi definisi penghasilan

dan mungkin timbul atau tidak timbul dalam   pelaksanaan aktivitas perusahaan yang rutin misalnya pos yang timbul dalam pengalihan aktiva lancar, revaluasi sekuritas, kenaikan jumlah aktiva jangka panjang.

–     Beban ( expense ) , dapat terdiri dari :

  1. Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa

(yang biasanya berbentuk arus kas keluar atau berkurangnya aktiva seperti kas persediaan, aktiva tetap, yang meliputi misalnya harga pokok penjualan, gaji dan upah, penyusutan).

  1. Kerugian (yang mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi beban yang timbul atau tidak timbul dari aktivitas perusahaan yang jarang terjadi , seperti misalnya rugi karena bencana kebakaran, banji, atau pelepasan aktiva tidak lancar)

 

  1. 4.             Bentuk laporan laba rugi

Laporan laba-rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:

–     Bentuk singlestep atau langsung

Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.

–     Bentuk multiple step atau tidak langsung

Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan.

 

  1. 5.             Tujuan laporan keuangan

Tujuan umum adalah menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yang telah dilakukan manajemen (stewardship)  atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yg dipercayakan kepadanya.

 

 

 

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:

a. Aktiva

b. Kewajiban

c. Ekuitas

d. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan

e. Arus kas

Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.

Sumber :

1.    http://shadowisimmortality.blogspot.com/search?updated-min=2011-01-01T00:00:00-08:00&updated-max=2012-01-01T00:00:00-08:00&max-results=23

  1. 2.    http://mietaolivia.blogspot.com/2010/12/pengantar-bisnis-minggu-ke11akuntansi.html

3.    http://ayuardhita.blogspot.com/2011/12/tugas-pengantar-bisnis-bab-11-akuntansi.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: